aku memilih diam ketika aku marah,
aku memilih diam ketika aku bahagia
aku memilih diam ketika aku benci
aku memilih diam ketika aku merasa sepi
bahkan aku diam saat semua riuh rendah
aku memilih diam ketika aku rindu
aku memilih diam ketika aku merasa suka
aku memilih ketika aku berduka
dan aku memilih diam, diam dan diam
aku selalu bilang iya pada siapapun yang bertanya, tak bisa akau menolak ketika sebuah tangan meminta bantuan
aku diam, tapi aku merasa asing, aku merasa sepi karena aku diam
aku diam dan aku merasa hidup, merasa dapat terbang jauh melintasi semua amarah dan gejolak jiwa hingga tak seorang pun menyangka apa yang aku rasa.
tapi ternyata diamku menenggelamkan, diamku menjauhkanku dari hidup yang hidup
aku pun mencoba bicara, mengungkapkan apa yang aku rasa, tapi ternyata dunia berbeda,.
tak seorangpun mengerti apa yang aku kata,
hingga aku pilih diam dan diam
mungin itulah aku yang telah tenggelam dari dunia yang nyata berlari darinya seperti pencundang dan memilih dunia tanpa suara. berbahasa hanya dengan jemari yang terus bergerak membentuk barisan-barisan bahasa.
ajari aku mengungkapkan isi hatiku...........
ceritaku hari ini..
curhatan bukanlah sampah
tulisan bukanlah sampah
curhat dan tulisan adalah sebuah ide untuk karya dimasa depan
karena itu aku bercerita hari ini
tulisan bukanlah sampah
curhat dan tulisan adalah sebuah ide untuk karya dimasa depan
karena itu aku bercerita hari ini
Sabtu, 04 Agustus 2012
TEMAN, SAYANG KALIAN....
goresan malam ahad..
seseorang berkata bahwa prinsip berteman adalah kebutuhan. bisa diterima memang, bagaimana kita menjadikan diri kita dibutuhkan, dan bagaimana kita membutuhkan, sehingga kebutuhan tersebut dapat terus mengikatkan persahabatan. beliau juga mengatakan bahwa tidak ada persahabatan sejati, yang ada hanyalah kebutuhan sejati. Lalu pertanyaannya bagaimanakah jika kebutuhan itu benar-benar hilang? hilang jga kah yang bernama teman itu?
orang yang lain menginterpretasikan bahwa sebuah sebutan menjadi awal dari segalanya. seperti teman, sahabat, atau saudara, mungkin seperti itu yang beliau maksudkan. ketika kita mengatakan bahwa seseorang menjadi teman kita maka ia hanya teman, ketika kita menyebutnya sahabat, maka tingkatanya lebih dekat dari teman, dan ketika menyebutnya saudara maka itu pun lebih dekat lagi daripada sahabat. begitulah kira-kira maknanya yang kita pahami. lalu apakah seorang teman hanya teman? bagaimana jika namanya sahabat tapi tidak ada keterikatan yang dapat menjadikan sahabat melebihi seorang yang hanya teman?
prinsip kebutuhan juga bisa diterima begitu juga dengan sebutan. tapi satu hal yang bagi saya penting adalah ikatan. prinsip berteman adalah bagaimana kita mengikatkan diri kita, hati kita, dan kebutuhan kita akan orang lain. bagaiman kita menjadikannya seseorang yang ada dalam hati, pikiran dan jiwa meskipun hanya satu menit, bahkan satu detik. ketika hati kita terikat, maka meskipun kebutuhan itu tidak ada kita akan tetap merasakan kehadirannya bahkan terkadang kerinduan. ketika hati kita terikat maka setidaknya kita bisa merasakan sedikit yang sedang teman kita rasakan.
mungkin tali itu tidak selamanya kuat, ada kalanya angin membuatnya mengendur, air membuatnya rapuh, dan panas perlahan-lahan mengikisnya hingga akhirnya lepas. karena itu kita perlu mengayomi ikatan itu dengan sebuah kanopi, kita perlu terus memperbarui talinya sehingga ikatanya menjadi kokoh. sekedar mengucapkan assalamualaikum, sekedar mengucapkan hai melalui pesan, setidaknya pikiran kita masih bisa mengingatnya. dengan seperti itu, kita tahu bahwa kawan kita masih dalam keadaan sehat.
untuk sahabatku, temanku, saudaraku, semoga hati kita bisa terikat hingga meskipun kita jauh, kita bukan hanya sekedar kenalan yang tak berikatan seperti orang asing. semoga tali persahabatan kita adalah tali yang diikat oleh tuhan sehingga hanya beliau yang akan mampu memutusnya, dan selama kita masih di jalan tuhan kita tetap mejadi seorang teman dan sahabat. meski jauh dimata, insyaallah dekat dihati. untuk semua orang yang mengenal saya, saya katakan................SAYA MENYAYANGI KALIAN SEMUA.......
Jumat, 03 Agustus 2012
Yang bisa merasakan hidup
Goresan sore ini adalah tentang.............
Hidup tidak yang tidak pernah membosankan. Ada yang datang dan ada yang pergi, ada yang tersenyum dan ada yang tersedu, kadang merasa sepi, sendiri, dan benci. Meski nilai diri terus berganti, antara baik hati dan penuh emosi. itulah hidup dan kehidupan. mereka yang hidup, bisa merasakan mati, hingga hidup terasa hidup. tapi yang mati tidak akan pernah bisa mensyukuri hidup yang penuh warna. Esok hari memang misteri tapi hari ini dan saat ini adalah pasti. Sang maha pembolak-balik hati berulang kali membolak-balik hati, hingga pagi mungkin tak pernah sama dengan petang.Detik ini kita bisa merasakan bahagia, detik berikutnya tetap rahasia. Detik ini kita bisa merasa jatuh cinta, namun berikutnya bisa saja kecewa. itulah hidup. tidak terbayangkan jika selama hidup kita hanya merasa kan perasaan yang konstan, tentu semuanya menjadi hambar. untuk tahu bahwa rasa gula itu manis, maka kita juga mestinya tahu pahit, asam, asin. Rasa sakit ada agar kita bisa merasakan betapa nikmatnya sehat. maka syukuri hidup yang penuh warna.
Mereka yang beruntung adalah yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian dalam hidupnya sehingga tidak pernah mengeluh akan hidup dan kehidupannya.
Langganan:
Komentar (Atom)