seseorang berkata bahwa prinsip berteman adalah kebutuhan. bisa diterima memang, bagaimana kita menjadikan diri kita dibutuhkan, dan bagaimana kita membutuhkan, sehingga kebutuhan tersebut dapat terus mengikatkan persahabatan. beliau juga mengatakan bahwa tidak ada persahabatan sejati, yang ada hanyalah kebutuhan sejati. Lalu pertanyaannya bagaimanakah jika kebutuhan itu benar-benar hilang? hilang jga kah yang bernama teman itu?
orang yang lain menginterpretasikan bahwa sebuah sebutan menjadi awal dari segalanya. seperti teman, sahabat, atau saudara, mungkin seperti itu yang beliau maksudkan. ketika kita mengatakan bahwa seseorang menjadi teman kita maka ia hanya teman, ketika kita menyebutnya sahabat, maka tingkatanya lebih dekat dari teman, dan ketika menyebutnya saudara maka itu pun lebih dekat lagi daripada sahabat. begitulah kira-kira maknanya yang kita pahami. lalu apakah seorang teman hanya teman? bagaimana jika namanya sahabat tapi tidak ada keterikatan yang dapat menjadikan sahabat melebihi seorang yang hanya teman?
prinsip kebutuhan juga bisa diterima begitu juga dengan sebutan. tapi satu hal yang bagi saya penting adalah ikatan. prinsip berteman adalah bagaimana kita mengikatkan diri kita, hati kita, dan kebutuhan kita akan orang lain. bagaiman kita menjadikannya seseorang yang ada dalam hati, pikiran dan jiwa meskipun hanya satu menit, bahkan satu detik. ketika hati kita terikat, maka meskipun kebutuhan itu tidak ada kita akan tetap merasakan kehadirannya bahkan terkadang kerinduan. ketika hati kita terikat maka setidaknya kita bisa merasakan sedikit yang sedang teman kita rasakan.
mungkin tali itu tidak selamanya kuat, ada kalanya angin membuatnya mengendur, air membuatnya rapuh, dan panas perlahan-lahan mengikisnya hingga akhirnya lepas. karena itu kita perlu mengayomi ikatan itu dengan sebuah kanopi, kita perlu terus memperbarui talinya sehingga ikatanya menjadi kokoh. sekedar mengucapkan assalamualaikum, sekedar mengucapkan hai melalui pesan, setidaknya pikiran kita masih bisa mengingatnya. dengan seperti itu, kita tahu bahwa kawan kita masih dalam keadaan sehat.
untuk sahabatku, temanku, saudaraku, semoga hati kita bisa terikat hingga meskipun kita jauh, kita bukan hanya sekedar kenalan yang tak berikatan seperti orang asing. semoga tali persahabatan kita adalah tali yang diikat oleh tuhan sehingga hanya beliau yang akan mampu memutusnya, dan selama kita masih di jalan tuhan kita tetap mejadi seorang teman dan sahabat. meski jauh dimata, insyaallah dekat dihati. untuk semua orang yang mengenal saya, saya katakan................SAYA MENYAYANGI KALIAN SEMUA.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar