Apa jadinya kalau cinta sudah bicara?
m...entahlah. jawabannya sangat beragam. Memang hal yang satu ini menjadi sebuah hal yang sangat menarik. Dari masa ke masa, dari penguasa ke penguasa, hal yang satu ini selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan.
Ingat peristiwa qabil dan habil?
mereka yang bersaudara menjadi saling membunuh karena hal yag satu itu.
Lalu lady diana?
Demi menemukan hal yang dinamakan cinta. Menjadi topik hangat yang bahkan bisa menjatuhkan nama baiknya.
Pada masa nabi yusuf. Ingatkah dengan siti julaikha?
Yang demi mendapatkan apa yang disebut cinta bahkan menjadi seseorang yang berani untuk menjatuhkan harga dirinya bahkan memfitnah orang lain.
Pada masa sekarang?
Lebih kompleks dari itu. Pembunuhan? Pemerkosaan? Permusuhan bahkan peperangan semuanya dapat terjadi karena yang namanya cinta. Sahabat bisa menjadi musuh dalam seketika, kawan bisa menjadi lawan, anak bisa menjadi durhaka, istri bisa menjadi janda. Ya semuanya bisa karena cinta.
Miris memang. Seorang remaja yang bahkan belum mengerti apa-apa menjadi sangat berani. Tidak berpikir panjag hanya demi sesuatu yang mereka namakan cinta. Akibatnya putus sekolah dan married by accident menjadi hal yang sangat biasa.
Benarkah cinta? Apakah cinta menghancurkan? Apakah cinta menjauhkan kita dari yang maha cinta?
Ataukah semua yang terjadi hanyalah nafsu terselubung yang memuakkan? Nafsu menjijikan yang ditutupi kepalsuan atas nama cinta.
Jawabnya ada pada masing-masing pribadi.
Cinta bukanlah hal yang menjijikan. Bukan hal yang menghancurkan.cinta itu menyatukan, mendamaikan, menentramkan jiwa dan mendewasakan pemikiran. Cinta yang mendekatkan pada yang maha cinta.
Cinta memang berwarna. Namun tertuju pada satu warna. Warna indah yang menambah harmoni. Mengerti, memahami, memaklumi.
Orang yang selalu merasa belum menemukan cinta adalah orang yang tidak pernah menyadari betapa cinta sangat dekat. Cinta ada dalam dirinya, dalam hatinya.
Orang yang selalu merasa bahwa orang lainlah yang dapat membahagiakannya dengan cintanya, mungkin belum menyadari bahwa cinta tulus yang ia berikan lah yang akan membawa kebahagiaan dalam dirinya.
namun yang terjadi sekarang adalah pembenaran atas nama cinta. ketidaktahuan akan cinta membuat orang merasa bahwa semua yang dilakukannya itu benar. bahkan pergeseran nilai pun terjadi dimasyarakat. banyak remaja yang hamil diluar nikah dan menganggap bahwa hal itu sudah wajar. dan mereka mengeluarkan alasan bahwa semua itu atas dasar cinta. dan akhirnya banyak orang tua yang mau tidak mau membenarkan pernikahan dibawah umur.
cinta tidak menggunakan logika?
hanya sedikit kalimat penutup dari saya. mari perbaiki cara kita mencinta.
ujlifaisy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar