Rencana pembangunan gedung tertinggi di jakarta
Rabu, 21 desember 2011 karin, sebuah media online mengangkat berita tentang akan dibangunnya gedung tertinggi di indonesia. Bahkan gedung tersebut direncanakan menjadi gedung tertinggi ketiga di dunia menyusul dubai dan china. Ketinggian bangunan mencapai 1700 kaki dengan konsep batik dan green building. Diharapkan bangunan tersebut menjadi kunjungan wisata dan menjadi ikon kota jakarta.
Namun dalam artikel tersebut tidak disebutkan untuk apakah bangunan itu. Apakah kantor sewa, kantor pemerintah, hotel ataukah apa. Sehingga tidak jelas apa fungsinya.
Menyikapi hal tersebut, apakah pembangunan gedung tersebut memang perlu?
Meski telah disetujui DPR, hal ini masih dibicarakan pihak ditjen keuangan mengingat kas negara yang tidak banyak.
Perlu tidak perlu, mugkin perlu, tapi bukan saat ini nantinya. Sudah bukan issue baru bahwa sebagian besar masyarakat indonesia engalami kesulitan ekonomi. Banyak generasi muda yang putus sekolah demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sudah bukan hal yang baru bahwa banyak sekolah-sekolah yang bangunannya hampir roboh. Sudah bukan hal yang mengherankan banyak orang-orang yang tidur dikolong jembatan karena tidak memiliki hunian yang layak.
Jika disinggung masalah sosial seperti ini, tentu orang yang lebih mengerti akan berbicara bahwa untuk memperbaiki cara hidup mereka sangat sulit karena konsep pemikiran mereka sendiri yang memang sulit diubah. Namun perlu di ingat bahwa setiap rumah memiliki pintu dan setiap pintu pasti ada kuncinya. Jika konsep pemikirannya yang bermasalah, maka perlu perbaikan pada konsep tersebut
Mengapa dana yang katanya dana nganggur tersebut tidak digunakan untuk mecoba memperbaiki konsep pemikiran tersebut. Dengan apa? Pendidikan. Cahaya yang bisa menerangi. Dampaknya memang tidak secara langsung. Bukan saat ini dan hari ini. Mungkin bukan besok atau lusa. Tapi secara perlahan tapi pasti hal tersebut bisa menjadi sebuah solusi.
Pemerintah memang telah menganggarkan biaya untuk masing-masing bidang. Tapi sederhananya, kenapa harus dihambur-hamburkan kalau masih bisa ditabung atau disedekahkan. Kenapa harus dihabiskan untuk sesuatu yang masih belum terlalu penting jika masih ada hal yang lebih penting.
Apalah arti indahnya pandangan dunia terhadap kita oleh kemegahan bangunannya, jika jauh dalam pemikiran mereka masih ada pikiran bahwa negara kita adalah lahan penjajahan baru.
Kenapa dana yang menganggur itu tidak digunakan untuk membiayai siswa-siswa berprestasi, anak-anak yang dalam hatinya tersimpan keinginan luhur untuk menggapai masa depan dirinya lebih baik sehingga bisa menjadikan masa depan indonesia yang lebih baik. Supaya tidak ada lagi air mata kesedihan yang mengalir karena seorang siswa harus mengurungkan niatnya menjadi mahasiswa akibat terlambat membayar registrasi. Tidak ada lagi anak sekolah dasar yang harus pulang sekolah sebelum waktunya karena harus membantu orang tuanya memanem padi di sawah.
Jadi kalau bisa, tolong para petinggi tinjau kembali seberapa pentingkah pembangunan gedung tersebut. Jangan-jangan pembangunan gedung tersebut hanya menjadi alsan-alasan untuk keuntungan pihak- pihak tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar