ceritaku hari ini..

curhatan bukanlah sampah
tulisan bukanlah sampah
curhat dan tulisan adalah sebuah ide untuk karya dimasa depan
karena itu aku bercerita hari ini

Minggu, 28 Oktober 2012

CANDU DAN CAMBUK

..............
Teruslah bergerak
karena itulah ciri kehidupan
(kutipan dari tutorial)

ceritaku hari ini adalah tentang kelelahan dan beberapa obatnya, candu dan cambuk.

Rutinitas, bisa dikatakan pengulangan aktivitas yang sama dan hampir pada waktu yang sama. membosankan bukan kalau kita harus mengulang-ulang sesuatu? apalagi yang diulang bukanlah hal yang menyenangkan bahkan merupakan hal yang menambah beban atau pekerjaan. Seperti kuliah, misalnya. setiap kali datang ke perkuliahan, hampir selalu pulang  dengan membawa sebuah tugas baru yang menuntut perhatian lebih.

Penyakit M aka malas adalah penyakit yang hampir sulit diatasi oleh penderitanya. malas ini akibat dari rutinitas yang terkesan membosankan, dan berbagai faktor lain seperti juga mood. kalau mood sudah jelek, malas, dan jenuh akan suatu aktivitas maka seseorang enggan untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang lain juga. lalu apa obatnya?

Menurut penulis, ada dua dari beberapa yang ampuh. pertama candu.
tahu candu?
ya maksud candu disini adalah sesuatu yang dapat menimbulkan ketagihan bagi pengguna. candu untuk obat jenuh itu sangat banyak, seperti jalan-jalan, main game, nonton, dan banyak lagi yang lain. seringkali ketika kita lelah dengan tugas-tugas kuliah kita kemudian berinisiatif untuk jalan jalan atau yang biasa disebut dengan refreshing atau represing. hal ini memang ampuh dimana setelah melakukannya, akan ada semangat baru. namun ada hal yang juga tidak bisa diabaikan yaitu: 1) kelelahan akibat jalan-jalan. 2) nilai ekonomis, 3) tentu efek candu nya itu.
yang kedua adalah cambuk
pasti tahu ya yang namanya cambuk. kenapa cambuk? bukankah itu sangat menyakitkan?
yup. benar kalau kita dicambuk pasti akan sangat menyakitkan.

coba perhatikan kuda yang dicambuk. meskipun perih, ia tetap berjalan, semakin dicambuk semakin kencang larinya. seperti itulah. ketika kita merasakan kelelahan, kita akan cenderung melemahkan semangat, mengurangi aktivitas, bahkan berlari dari tugas yang seharusnya. kondisi ini sering dialami mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. akibatnya orang akan sangat lemah dan tidak tahan banting. terlihat santai sampai-sampai lupa waktu deadline. karena itu kita perlu mencambuk diri kita agar bisa terus berjalan bahkan berlari cepat. semakin kita bergerak, maka akan semakin produktif. kalaupun secara fisik kita berhenti maka otak kita biarkan tetap berjalan. sakit pada prosesnya adalah nikmat. sibuk dengan tugas kuliah, sibuk dengan skripsi, sibuk dengan pekerjaan, bukankah sangat nikmat.

inti dari maksud cambuk adalah tidak melemahkan semangat, tidak berhenti ditengah jalan, dan terus bergerak. sakit memang sakit tapi manis di depan adalah pasti. tidak ada rasa sakit ketika bahkan sakit itu menjadi sebuah rutinitas. efek cambuk adalah terselesaikannya pekerjaan tepat waktu dan optimal. cambuk diri dengan terus memotivasi diri kitas

ini sebuah syair yang bisa dijadikan motivasi agar kita tetap bergerak.


TTERUSLAH BERGERAK !
Teruslah bergerak !
Karena yang mati tidak pernah bergerak
Teruslah bergerak !
Karena itu ciri kehidupan
Teruslah bergerak !
Karena tidak sama orang yang diam dan bergerak
Yang berjuang dan yang tertinggal
Yang berkarya dan yang bersantai

(By:tutorial)

note : tulisan kacau, tapi semoga bermanfaat. manusia tidak luput dari kesalahan.

Minggu, 21 Oktober 2012

TANAH KELAHIRANKU DAN APA KATA MEREKA

aku lahir dari sebuah desa yang aku cintai, aku banggakan, tapi........apa kata mereka? apa kata mereka tentang tanah yang menjadi tanah kelahiran, kampung halaman yang dibanggakan saat aku merantau?

Tidak ada rasa malu yang terbesit dari benak orang saat ditanya darimanakah asalnya? Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Padang atau daerah-daerah lainnya di Indonesia. apalagi jika wilayah itu adalah daerah perkotaan atau daerah yang terkenal dengan kebaikan alam maupun masyarakatnya. tapi bagaimanakah jika berasal dari daerah yang dikenal di dalam dan luar negeri dengan predikat yang kurang menyenangkan?
malu?

Mungkin. bahkan sering terjadi ada orang yang tidak mengakui darimana daerah asalnya yang sebenarnya. karena beliau seseorang yang mempunyai gelar yang sangat wah, maka malu mengakui bahwa darahnya adalah daerah yang kata orang tempatnya para ***.

Kata mereka, daerah asalku adalah penyumbang terbesar P** di kota-kota besar. benarkah? pernyataan seperti ini menuai protes dan ketidak setujuan dari beberapa kalangan, termasuk mahasiswa. bahwa sebenarnya mereka bukan berasal dari daerahku, mereka hanya mengaku-ngaku. itu tidak sepenuhnya benar dan tidak juga salah.

Kenyataannya?
Lihatlah dan amati!
Bukankah masyarakat kita sangat giat mencari nafkah. dari anak-anak hingga yang sudah renta merantau kemanapun untuk menghidupi keluarganya. ada yang sukses menjadi pengusaha kecil, bahkan ada yang menjadi pengusaha besar. berbagai profesi, bahkan menjadi petinggi negara pun ada.tetapi sayangnya, yang mudah diingat orang-orang adalah hal-hal yang negatif. salahkah mereka? mungkin iya, mungkin juga tidak. toh memang orang lebih suka bergosip hal-hal yang buruk dibandingkan membicarakan kebaikan-kebaikan orang lain.

Lalu apa yang harus kita lakukan?
memang menyakitkan ketika orang mendengar dari mana asal kita. senyum sinis, dan kata-kata yang tidak terdengar indah di telinga. pertanyaan dan pernyataan menjatuhkan. tapi jadikan hal itu koreksi bagi pribadi kita agar menjadi seseorang yang tidak seperti apa kata mereka. bukankah saat ini sangat banyak juga pemuda-pemudi dari kota kelahiranku yang terpelajar. banyak juga yang berprestasi. Dan merekalah yang nanti akan merubah KATA MEREKA.

Sabtu, 04 Agustus 2012

AJARI AKU CARA MENGUNGKAPKAN ISI HATIKU

aku memilih diam ketika aku marah,
aku memilih diam ketika aku bahagia
aku memilih diam ketika aku benci
aku memilih diam ketika aku merasa sepi
bahkan aku diam saat semua riuh rendah
aku memilih diam ketika aku rindu
aku memilih diam ketika aku merasa suka
aku memilih ketika aku berduka
dan aku memilih diam, diam dan diam
aku selalu bilang iya pada siapapun yang bertanya, tak bisa akau menolak ketika sebuah tangan meminta bantuan
aku diam, tapi aku merasa asing, aku merasa sepi karena aku diam
aku diam dan aku merasa hidup, merasa dapat terbang jauh melintasi semua amarah dan gejolak jiwa hingga tak seorang pun menyangka apa yang aku rasa.
tapi ternyata diamku menenggelamkan, diamku menjauhkanku dari hidup yang hidup
aku pun mencoba bicara, mengungkapkan apa yang aku rasa, tapi ternyata dunia berbeda,.
tak seorangpun mengerti apa yang aku kata,
hingga aku pilih diam dan diam
mungin itulah aku yang telah tenggelam dari dunia yang nyata berlari darinya seperti pencundang dan memilih dunia tanpa suara. berbahasa hanya dengan jemari yang terus bergerak membentuk barisan-barisan bahasa.
ajari aku mengungkapkan isi hatiku...........

TEMAN, SAYANG KALIAN....

goresan malam ahad..

seseorang berkata bahwa prinsip berteman adalah kebutuhan. bisa diterima memang, bagaimana kita menjadikan diri kita dibutuhkan, dan bagaimana kita membutuhkan, sehingga kebutuhan tersebut dapat terus mengikatkan persahabatan. beliau juga mengatakan bahwa tidak ada persahabatan sejati, yang ada hanyalah kebutuhan sejati. Lalu pertanyaannya bagaimanakah jika kebutuhan itu benar-benar hilang? hilang jga kah yang bernama teman itu?

orang yang lain menginterpretasikan bahwa sebuah sebutan menjadi awal dari segalanya. seperti teman, sahabat, atau saudara, mungkin seperti itu yang beliau maksudkan. ketika kita mengatakan bahwa seseorang menjadi teman kita maka ia hanya teman, ketika kita menyebutnya sahabat, maka tingkatanya lebih dekat dari teman, dan ketika menyebutnya saudara maka itu pun lebih dekat lagi daripada sahabat. begitulah kira-kira maknanya yang kita pahami. lalu apakah seorang teman hanya teman? bagaimana jika namanya sahabat tapi tidak ada keterikatan yang dapat menjadikan sahabat melebihi seorang yang hanya teman?

prinsip kebutuhan juga bisa diterima begitu juga dengan sebutan. tapi satu hal yang bagi saya penting adalah ikatan. prinsip berteman adalah bagaimana kita mengikatkan diri kita, hati kita, dan kebutuhan kita akan orang lain. bagaiman kita menjadikannya seseorang yang ada dalam hati, pikiran dan jiwa meskipun hanya satu menit, bahkan satu detik. ketika hati kita terikat, maka meskipun kebutuhan itu tidak ada kita akan tetap merasakan kehadirannya bahkan terkadang kerinduan. ketika hati kita terikat maka setidaknya kita bisa merasakan sedikit yang sedang teman kita rasakan. 

mungkin tali itu tidak selamanya kuat, ada kalanya angin membuatnya mengendur, air membuatnya rapuh, dan panas perlahan-lahan mengikisnya hingga akhirnya lepas. karena itu kita perlu mengayomi ikatan itu dengan sebuah kanopi, kita perlu terus memperbarui talinya sehingga ikatanya menjadi kokoh. sekedar mengucapkan assalamualaikum, sekedar mengucapkan hai melalui pesan, setidaknya pikiran kita masih bisa mengingatnya. dengan seperti itu, kita tahu bahwa kawan kita masih dalam keadaan sehat.

untuk sahabatku, temanku, saudaraku, semoga hati kita bisa terikat hingga meskipun kita jauh, kita bukan hanya sekedar kenalan yang tak berikatan seperti orang asing. semoga tali persahabatan kita adalah tali yang diikat oleh tuhan sehingga hanya beliau yang akan mampu memutusnya, dan selama kita masih di jalan tuhan kita tetap mejadi seorang teman dan sahabat. meski jauh dimata, insyaallah dekat dihati. untuk semua orang yang mengenal saya, saya katakan................SAYA MENYAYANGI KALIAN SEMUA.......



Jumat, 03 Agustus 2012

Yang bisa merasakan hidup

 Goresan sore ini adalah tentang.............
Hidup tidak yang tidak pernah membosankan. Ada yang datang dan ada yang pergi, ada yang tersenyum dan ada yang tersedu, kadang merasa sepi, sendiri, dan benci. Meski nilai diri terus berganti, antara baik hati dan penuh emosi. itulah hidup dan kehidupan. mereka yang hidup, bisa merasakan mati, hingga hidup terasa hidup. tapi yang mati tidak akan pernah bisa mensyukuri hidup yang penuh warna. Esok hari memang misteri tapi hari ini dan saat ini adalah pasti. Sang maha pembolak-balik hati berulang kali membolak-balik hati, hingga pagi mungkin tak pernah sama dengan petang.

Detik ini kita bisa merasakan bahagia, detik berikutnya tetap rahasia. Detik ini kita bisa merasa jatuh cinta, namun berikutnya bisa saja kecewa. itulah hidup. tidak terbayangkan jika selama hidup kita hanya merasa kan perasaan yang konstan, tentu semuanya menjadi hambar. untuk tahu bahwa rasa gula itu manis, maka kita juga mestinya tahu pahit, asam, asin. Rasa sakit ada agar kita bisa merasakan betapa nikmatnya sehat. maka syukuri hidup yang penuh warna.

Mereka yang beruntung adalah yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian dalam hidupnya sehingga tidak pernah mengeluh akan hidup dan kehidupannya.

Sabtu, 05 Mei 2012

goresan sabtu malam

Seharusnya tidak ada yang sama antara kemarin dengan hari ini, tidak ada yang sama antara hari-hari sebelumnya dengan hari-hari yang akan datang. Tapi waktu seakan lugu dengan menyuguhkan segala pemandangan yang tidak terlalu berubah. Ketika menunggu menjadi sebuah hal yang tak lagi jemu. Ketika sebuah kesalahan bukan lagi memperlihatkan rasa malu bagi para pelaku. Tidak berbeda ketika waktu dan aku bemain-main dalam dekapan keluh. Bergerak enggan, namun diam seperti tenggelam. Hm...
Begitu banyak kata yang terucap lewat mata. Namun tak semuanya mengerti akan kata yang bukan bahasa. Kadang iba menghampiri disebuah sudut kota yang ramai namun sepi dalam dekapan mimpi.  Menanyakan kehidupan yang tak ubahnya bagai rimba yang mempesona namun mengandung begitu banyak perangkap yang siap menjebak mangsa yang lengah dengan langkahnya.
Kotak-kotak kecil hingga karung besar menjadi sebuah kehidupan bagi satu bagian masyarakat. Dengan senyumnya yang setengah dibuat bahkan dengan emosi yang begitu jelas diperlihatkan, manusia-manusia itu berusaha menggapai hidup. Apa yang harus diberikan?
Hanya iba menjadi sebuah mata yang menembus rasa.
Hari esok, apakah kita akan sama? Atau kita akan menjadi mereka?
Siapa yang nyana. Memaknai setiap detik, setiap angin yang berhembus, setiap sinar yang menyala. Bersyukur atas apa yang diterima. Bukan keluhan atau cerca penuh nista agar hari ini tidak sama dengan hari hari sebelumnya, agar esok menjadi satu langkah perbaikan dan perubahan.

Sabtu, 17 Maret 2012

KOTA, penebar harapan bermuka dua

seolah mati tanpa roda-roda yang berputar. hanya jalanan yang bertemu tempat lampu-lampu yang menumpu. tidak ada aroma nasi, tidak ada aroma tanah yang menyerbu karena tersapu. yang ada hanya aroma asap-asap keruh yang saling memburu.

atap kota. pelindung sejuta harapan, menaungi beribu isi kepala, mewadahi berjuta aspirasi, dan memayungi hujan ambisi. berderet sunyi seakan mati, bahkan sang kunti enggan berhenti karena atap kota adalah atap sang penyendiri.

ada yang angkuh, berdiri tanpa rasa peduli. memancarkan cahaya untuk suramnya kehidupan sang jutawan. menatap langit seolah ia tidak menginjak bumi, pdahal kakinya jauh lebih rendah dibandingkan rumah yag bahkan tanpa jendela. masa bodoh akan tenggelamnya rumah yang bahkan tak berdinding kaku karena dimata mereka hanya kaca berhias nista menjadi rasa bangga.

ada cerita, ada berita,
tapi reklita hanya sebuah reka
hm.......
kota
penebar harapan bermuka dua

Rabu, 25 Januari 2012

HAMPA


Engkau berikan malam yang hitam
Ku pikir inilah perasaanku, kelam
Kau tutupkan awan legam
Ku pikir inilah hatiku, suram

Biarkan saja, biarkan saja langit terpejam
Biarkan saja malam tenggelam
Karena aku pun diam, dalam

Tapi..

Aku ingin ada jangkrik yang bernyanyi
Senandung cicak yang menemani
Karena kini…

Aku hampa, aku sepi, dan aku benci
Mengapa langit begitu lapang
Mengapa bumi begitu sunyi 

Hanya aku dan suara hatiku yang mengadu
Aku benci, aku rindu, aku sepi, aku ragu.
.
Apakah aku masih mengharapkanmu?
Karena kini aku hampa…………

kurang baiknya fasilitas sebuah universitas

sebuah perguruan tinggi layakya memiliki fasilitas yang dapat menampung aktivitas civitas akademika nya. fasilitas tersebut merupakan hal yang penting yang dapat menunjang prestasi yang dicapai mahasiswa dan dapat membawa nama baik perguruan tinggi tersebut. dengan fasilitas-fasilitas yang memadai, tentu kegiatan yang dilaksanakan dapat lebih mudah dan lebih baik. namun menyediakan fasilitas tidak semudah mengucapkan huruf a, b,c, dan lain sebagainya. apalagi jika sudah berkaitan dengan dana yang digunakan untuk penyediaan fasilitas tersebut.

pada sebuah perguruan tinggi yang ada di kota Bandung, contohnya. banguna-bangunan yang baru disertai dengan fasilitas penunjang yang juga baru. awalnya hal tersebut sangat baik mengingat jumlah mahasiswa yang ditampung mencukupi. namun dengan fasilitas yang semakin baik, jumlah mahasiswa yang ditampung menjadi semakin banyak , sehingga fasilitas yang tersedia tidak bisa mewadahi seluruh aktivutas yang ada. bahkan banyaknya mahasiswa tersebut menyebabkan cepatnya kerusakan fasilitas meskipun usianya masih baru.

mari kita lihat

gasebo yang atapnya rusak
yang ini adalah gasebo. usianya bahkan lebih muda daripada bangunan gedung kampusnya sendiri. tapi lihat kondisinya sungguh memprihatinkan.hal tersebut terjadi memang karena faktor alam, namun konstruksi gasebo juga seharusnya dipersiapkan dengan lebih baik sehingga bisa tahan terhadap cuaca di kota bandung yang cukup ekstrim. sambungan antara atap dan rangka nya yang hanya menggunakan tali menyebabkan ikatannya kurang kuat sehingga terjadilah hal tersebut
 nah kalo yang disamping kanan ini adalah penumpukan mahasiswa dikoridor depan kantor jurusan. mahasiswa yang berkumpul tersebut adalah mereka yang memiliki kepentingan dengan dosen, pihak jurusan, maupun berkepentingan dengan nilai, kontrak mata kuliah dan sebagainya. ketidak tersediaan sarana dan prasarana yang memadai menyebabkan penumppukan tersebut sehingga mahasiswa yang ada di koridor menjadi pengganggu untuk mereka yang lewat.
kalau saja desain koridor pada bagian jurusan memikirkan aktivitas yang mungkin akan terjaukdi kemungkinan penumpukan tersebut akan berkurang. misalnya desain koridor yag agak menjorok keluar sehingga ada ruang yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lain
 dua gambar disamping adalah kasus dimana saat perkuliahan berlangsung, terjadi kekurangan kursi sehingga dari satu kelas, mahasiswa harus mencari kelas yang memiliki kelebihan kursi untuk dipinjam.

sungguh sangat ironi.padahal di kelas tersebut perkuliahan sedang berlangsung. dampaknya tentu saja terganggunya kelas yang di pinjam kursinya karena konsentrasi belajarnya menjadi buyar.

selain itu juga mereka yang mengalami kekurangan kursi mengalami kerugian waktu karena yang seharusnya langsung belajar, harus mencari kursi keluar kelas dan tentunya ketika telah memasuki kelas mereka harus berbenah dan memerlukan waktu untuk mulai berkonsentrasi

kasus pindah-pindah kursi merupakan hal rutin yang paling sering terjadi. bahkan sering terjadi mahasiswa yang melaksanakan ujian harus duduk dibawah alias lesehan hanya karena kursinya telah berpindah tempat semua.

sungguh ironi memang, sebuah kampus pada universitas ternama, harus mengalami hal demikian. tampak luar sangat baik. gedung-gedungnya baru dan cuku bagus. namun dari dalam masih banyak hal yang perlu dibenahi.

semoga ke depan akan lebih baik sehingga prestasi yang diraih pun menjadi semakin baik sesuai dengan visinya leading and outstanding university.

Sabtu, 21 Januari 2012

wajah kejujuran

ketika aku terjaga..
ku dapati wajahku yang asli
tanpa kepalsuan
tanpa dusta yang tersembunyi

ketika aku terjaga..
kudapati wajahku yang bersih
bersinar..
karena noda dosa belum ku sentuh..

tuhan jadikan wajahku wajah yang yang cerah
oleh polesan cahaya alqur'an
pancaran kebaikan dalam hati..
hiasilah wajah kami dengan kejujuran..

Jumat, 20 Januari 2012

curahan hati : UNTUK APA AKU BERSEDIH

terkadang aku tersedu
anggapanku membawa ku pada derita
aku mengira aku orang yang paling tidak bahagia
karenamu
tapi...

bahkan langit masih biru
angin masih menderu
bahkan tanpa mu.....

aku kira aku orang yang paling tidak beruntung..
tapi lihat..
bahkan tanpa kaki, tanpa tangan, tanpa kesempurnaan
banyak saudaraku yang maisih tersenyum tulus

aku mengira bahwa aku sendiri
sepi..
tapi dengar
cicak-cicak bahkan masih bernyanyi..

semua ini hanya karena kurangnya rasa syukur ku
tidak ada alasan untukku bersedih
apalagi karena mu..
karena masih ada hujan dihamparan terik
masih ada panas dalam derasnya hujan

jadi...
untuk apa aku bersedih..

curahan hati 1

tuhan...
cintakan aku pada seseorang yang mencintaiku, dan mencintaiMU
sungguh, aku tak mengerti akan cintanya, perasaannya, dan hatinya
tapi engkau maha pencinta,
cinta kan aku pada dia yang engkau pasangkan untukku

aku tak tau siapa yang salah....
mungkin dia ataupun kebodohanku untuk mempercayainya
maka biarkan aku menangis malam ini
biarkan aku menikmati rasa sakit yang kau berikan
aku takkan membalas apa yang dia lakukan
karena engkau yang maha adil, pasti engkau berikan balasan untuknya
biarkan airmataku jatuh dalam lamunanku

tapi tuhan..
aku ingin pagi yang indah dengan senyum menawan
tidurkan aku dalam mimpi yang indah
dan jadikan aku wanita yang kuat untuk menghadapi yang engkau ujikan..

teduh, matamu

teduhmu dalam bayanganku
pada samudera tepian kata
teduhmu dalam rasa
dibawah nyiur melambai mesra


bukan katamu
hanya matamu
bukan lidahmu
tapi hatimu

teduhmu meneduhkanku
mendamaikan jiwa yang terbakar bara
menenangkan hati yang terkubut mati
teduhmu
langit biru
dalam matamu

Minggu, 15 Januari 2012

kesenjangan pendidikan

permasalahan pendidikan bukan masalah baru yang ada di bangsa kita tercinta. mulai dari sarana dan prasarana pendidikan yang tidak mencukupi hingga rusak, minimnnya anggaran dana untuk pendidikan, sedangkan untuk menjadi orang yang terdidik memerlukan dana yang sangat mahal sehingga tidak semua kalangan dapat menjangkaunya.

pemerataan pendidikan sepertinya hanya menjadi janji manis yang sulit diwujudkan jika melihat kondisi sosial masyarakat yang masih seperti sekarang ini. kesenjangan kondisi ekonomi penduduk desa dan kota yang sangat jauh menyebabkan kesenjangan dalam hal pendidikan diantara dua peradaban tersebut. masyarakat kota yang cenderung dekat dengan pusat-pusat pemerintahan dan pusat peradaban, memiliki kesadaran akan pendidikan yang tentunya sangat tinggi. terbukti dengan kegigihan mereka untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga tingkat yang tinggi. entah untuk prestise ataupun hanya sekedar syarat memasuki bidang tertentu.
fasilitas pendidikan di kota pun lebih lengkap. hal ini bisa disebabkan karena di sana lebih terpantau sehingga masalah-masalah yang bahkan kecil pun dapat di ekspos menjadi sebuah masalah yang besar. lembaga penunjang pendidikan formal menjamur seiring akan masayarakat yang mulai membutuhkannya. anak-anak mereka telah menjalani berbagai macam les sejak usia dini.

sekarang mari kita lihat apa yang terjadi disebuah desa terpencil. apakah ada yang meliriknya? pasti ada. namun tidak banyak. mereka yang peduli akan pendidikan anak-anak di daerah terpencil kurang mendapat perhatian.

disebuah desa kecil yang terletak di kabupaten indramayu, misalnya. ada sebuah sekolah dasar yang didirikan disana. kondisinya tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang ada di daerah tersebut. fasilitasnya hanya sebatas ruang kelas, bangku, perpustakaan dan mushola. halaman sekolah merupakan lahan serba guna yang suatu saat bisa berganti-ganti fungsi. lapangan olahraga pada saat pelajaran tersebut, lapangan upacara pada waktu hari senin, tempat barmain saat istirahat, dantempat menjemur padi bagi warga sekitar saat panen tiba.tentu bisa kita lihat perbedaannya dengan sekolah di kota.

yang lebih memprihatinkan adalah kondisi siswa. jika anak usia dini saja di kota sudah mengenyam berbagai macam-macam les sehingga mereka bisa menguasai baca-tulis sejak kelas satu atau dua SD atau bahkan sebelum itu. tidak demikian dengan di desa tersebut. sungguh memprihatinkan anak kelas 5 SD masih belum dapat membaca. rata-rata anak kelas 5 SD masih terbata bata membaca. bukan hanya dalam membaca tapi juga dalam menghitung. anak kelas 2 SD di kota sudah menguasai perkalian dan pembagian sedangkan  di desa bahkan kelas 6 pun masih sulit menjumlahkan.

memang tidak semua anak seperti itu. namun rata-rata di sekolah tersebut demikian. apa yang salah? apakah karena kekurangan fasilitas ataukah kesalahan pengajarannya? semuanya merupakan satu simpul yang tidak bisa dilepaskan. guru di desa tersebut kebanyakan adalah guru yang sudah lama sehingga sistem belajar yang mereka terapkan masih seperti yang lama. kurikulum yang terus berganti bukanlah hal mudah yang bisa diterapkan. karena kenyataannya mereka tetap menggunakan metode-metode lama.

selain masalah -masalah tersebut, yang juga menjadi masalah yang sangat berpengaruh adalah orang tua. masyarakat desa yang masih berpikiran sederhana, kurang memahami pentingnya pendidikan. bagi mereka, yang terpenting adalah bisa makan hari ini. tidak penting bisa membaca atau tidak jika perut mereka lapar. anak-anaka yang sedang mengikuti pelajaran dikelas bahkan mereka suruh pulang dengan meminta ijin kepada guru yang sedang mengajar hanya untuk membantu mereka memanen di sawah. sungguh ironis, di jaman yang semakin memburu ini masih seperti ini.

semangat dan cita-cita mereka adalah butir-butir pembangun bangsa. sayang sekali jika semangat dan cita-cita tersebut harus kandas hanya karena ketidakpahaman orang-orang tua mereka, kondisi ekonomi, dan kurangnya wadah yang dapat menampung aspirasi mereka. kemauan mereka begitu tinggi, terbukti dengan antusiasme mereka ketika ada sebuah kegiatan belajar bersama yang diadakan mahasiswa yang sedang melaksanakan program KKN. hanya saja kurangnya perhatian akan hal tersebut membuat mereka hanya menjadi boneka-boneka yang hanya bergerak menuruti kemauan tuannya.

anak-anak desa juag berhak mendapatkan apa yang di dapat anak-anak di kota. mereka juga berhak bermimpi dan membangun mimpinya tersebut. semoga kesenjangan pendidikan di negara kita dapat segera dipersempit sehingga tidak ada lagi airmata yang jatuh akibat kandasnya cita-cita.

Jumat, 13 Januari 2012

PEMUDA penerus peradaban

ceritaku hari ini...
generasi muda sebagai generasi penerus bangsa, generasi muda sebagai tulang punggung bangsa, generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa. hal tersebut bukan rahasia lagi.  banyak pidato-pidato yang menyebutkannya. banyak buku yang menyebutkan hal tersebut. memang benar pernyataan itu. karena usia manusia tidak ada yang abadi, yang telah menua akan segera berganti dan pemuda lah yang akan menggantikannya. tanpa ada pemuda maka peradaban akan berhenti pada satu titik. diam dan habis.

lalu pemuda yang seperti apa yang diharapkan bangsa? 
ketika pertanyaan itu dilontarkan mungkin jawabannya akan sangat ideal. pemuda yang bisa membawa kemajuan untuk bangsa, pemuda yang dapat memperbaiki bangsa yang kian terpuruk, pemuda yang berprestasi sehingga mengharumkan nama bangsa, dan lain-lain. 

kenyataannya?
banyak pemuda yang berprestasi yang terlantar. prestasinya hanya menjadi kepentingan sesaat. banyak pemuda yang berpikir untuk kemajuan dijadikan kambing hitam sebuah alasan untuk membungkam keadilan yang mereka serukan. yang lebih memprihatinkan bahkan kurangnya persiapan untuk menjadikan pemuda-pemuda penerus bangsa yang ideal tersebut. 

permasalahannya bukan hanya terletak pada apa yang dilakukan orang-orang yang diatas tetapi juga bagaimana yang dilakukan pemuda tersebut. banyak yang mengetahui bahwa mereka lah yang akan meneruskan bangsa tapi tidak banyak yang memahami bagaimana langkah yang harus mereka jalani untuk menjalankan peran tersebut. tidak banyak pula yang berpikir akan masa depan yang ingin dicapainya. yang akan menorehkan titik emas pada lembaran peradaban bangsa. kebanyakan adalah mereka yang terjebak dalam duania hedonis yang mengagungkan kebebasan tanpa batas, mendewakan cinta yang tak bermakna dan dunia fana yang memandang kita sebelah mata.

banyak kasus pelajar yang hamil diluar nikah, banyak kasus remaja yang harus keluar karena mengkonsumsi hal yang dilarang. tindakan yang menggambarkan kesuraman masa depan bangsa.tidak malu melakukan hal yang memalukan bahkan menganggap biasa hal yang jelas-jelas dalam norma masyarakat tidak dibenarkan dan dalam norma agama pun demikian.

mereka yang menjadi pena peradaban, yang duduk dibangku perguruan tinggi terlalu sibuk mengikuti perkembangan jaman. fashion, teknologi, dan trend entertainment menjadi fokus utama mereka. sedangkan aoa yang seharusnya mereka lakukan menjadi sebuah sampingan. kampus bukan ajang untuk menuntut ilmu melainkan ajang untuk peragaan busana, display teknologi terbaru. mengkritisi kesalahan pemerintah, masyarakat ataupun bidang tertentu tanpa mengetahui solusinya. bahkan mereka sering tidak menyadari bahwa sedang menjatuhkan diri sendiri.

lalu bagaimana masa depan bangsa. bagaimana peradaban ke depan?
bagaiman korupsi bisa hilang kalau siswa, mahasiswa masih mencontek. bagaimana bisa berprestasi kalau hanya untuk mendapatkan nilai saja mereka hanya memberikan lembaran-lembaran rupiah tanpa harus bersusah payah mengikuti perkuliahan sebagai ajang transfer ilmu, tanpa harus mengerjakan tugas. bagaimana akan maju kalau tunas-tunas muda yang berbakat harus mengucurkan air matanya karena mereka harus mengubur hasratnya dalam-dalam untuk mengenyam pendidikan. 

jika kondisi-kondisi kecil seperti ini terus dibiarkan, maka pemuda tetap akan menjadi penerus peradaban, namun peradaban yang bagaimana, kita sudah bisa menebaknya. bukan berarti kita tidak boleh mengikuti apa yang sedang berkembang, malah bagus jika kita mengikutinya karena kalau tidak kita akan menjadi bangsa yang tertinggal. namun perlu sikap yang bijak untuk mengikuti semuanya.

untuk insan-insan pendidikan, mari kita perbaiki pendidikan kita agar peradaban yang dibangun generasi mendatang lebih baik dari peradaban yang kita bangun.

Rabu, 04 Januari 2012

' Sesuap Nasi '


 ceritaku hari ini................
'Sesuap nasi’ untuk kehidupan
Sesuap nasi adalah kehidupan,
sesuap nasi adalah keluargaku,
sesuap nasi adalah kebahagiaanku,
sesuap nasi adalah pengorbananku,
sesuap nasi adalah perjuanganku
sesuap nasi adalah bukti cintaku untuk orang yang ku kasihi
memang sangat berharga harga dari sesuap nasi. Bahkan harganya sama dengan pertaruhan nyawa sang pencari. Sesuap nasi hanyalah sebuah kiasan yang mengumpamakan nafkah.  Nafkah seperti yang diketahui sangat sulit dicari
Seorang petani menggarap sawahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terik matahari membakar yang membakar kulit bahkan terasa menghangatkan baginya mengingat bahwa semua yang dilakukan demi keluarganya. Seorang nelayan menerjang badai, tersa seperti sedang bermain ditaman hiburan karena mengingat senyum keluarga akan nafkah yang ia dapatkan 
Seorang kuli bangunan rela menapaki lantai-lantai tertinggi hanya berbekal keberanian. Antara sadar dan tidak sadar bahwa pekerjaan yang mereka lakukan memiliki resiko kecelakaan yang cukup besar. dalam kemegahan gedung yang banyak menyimpan kepalsuan tertimbun keringat dan jerih payah mereka. Hanya demi sesuap nasi. Bahkan peluh terasa seperti air yang menyejukkan.
Beralaskan tikar bahkan tanah sekalipun. Beratapkan terpal bahkan langit sekalipun. Demi sesuap nasi penyambung hidup. Semua rela dilakukan.
sesuap nasi untuk ku persembahkan
ada yang mendapatkannya dengan cara yang baikdengan bekerja keras dan jujur. dan ada yang mendapatkannya dengan cara yang kurang baik dengan kebohongan dan pemaksaan. Semua tahu akan resiko yang akan ia terima dengan tindakannya. Yang serakah bahkan menimbunnya, pun demi orang yang mereka kasihi.
Sesuap nasi tetesan air mataku
Cucuran air mata ini tak sebanding dengan yang aku dapatkan
Tidak jarang orang harus meneteskan air matanya karena sangat sulit mencari sesuap nasi. Berurusan dengan petugas keamanan dan ketertiban. Meyusuri jalan-jalan yang berliku yang mengarah pada kerumitan pemikiran manusia-manusia nya.  Pedagang kaki lima, pengemis, pengamen. Hanya demi sesuap nasi
Sesuap nasi…
Hai kau penguasa..
Di puncak tertinggi mu, bisakah kau lihat hamparan kehidupan itu
Sesuap nasi  yang bahkan tak mencukupi
Dan kau mungkin tak bisa member secara rinci
Tapi hentikan    kesia-siaanmu
Untuk apa yang tak perlu..
ujifaisy